
Dalam perencanaan proyek konstruksi, baik itu pembangunan jalan perumahan, pembuatan kolam ikan, hingga sistem drainase rumah tinggal, detail anggaran material menjadi hal yang sangat vital. Salah satu material yang sering dicari dalam volume yang lebih fleksibel adalah geotextile. Bagi kontraktor skala kecil atau pemilik hunian, mengetahui harga geotextile per meter pada konstruksi merupakan langkah awal untuk memastikan efisiensi biaya tanpa harus membeli volume yang berlebihan.
Artikel ini akan mengupas tuntas mengenai skema harga meteran, perbedaan antara meter lari dan meter persegi, serta faktor apa saja yang membuat harga per meter menjadi pilihan yang tepat untuk proyek Anda.
Geotextile biasanya diproduksi dalam gulungan besar (roll) dengan lebar mencapai 4 hingga 6 meter dan panjang hingga 100 meter. Namun, tidak semua proyek membutuhkan volume sebesar itu. Proyek-proyek seperti pembuatan taman (landscaping), penahan tanah pada pot dinding (vertical garden), atau pelapis saluran air kecil seringkali hanya membutuhkan beberapa meter saja.
Memahami harga geotextile per meter pada konstruksi memberikan keleluasaan bagi anggaran Anda. Pembelian meteran memungkinkan Anda untuk mendapatkan material teknis berkualitas tinggi tanpa harus terbebani oleh sisa material (waste) yang tidak terpakai, meskipun harga per meternya secara satuan mungkin sedikit lebih tinggi dibandingkan harga grosir per roll.
Sebelum menanyakan daftar harga kepada supplier, Anda harus memahami perbedaan satuan agar tidak terjadi salah paham dalam pemesanan. Dalam konteks harga geotextile per meter pada konstruksi, ada dua istilah yang sering digunakan:
Ini adalah standar harga internasional. Anda membayar berdasarkan luas area yang Anda butuhkan. Contohnya, jika Anda butuh 10 m2, supplier akan menghitung harga per m2 dikalikan sepuluh.
Satuan ini sering digunakan pada pembelian eceran. Karena lebar roll geotextile sudah tetap (misalnya lebar 4 meter), maka harga per meter lari adalah harga untuk potongan sepanjang 1 meter dengan lebar penuh roll tersebut.
Contoh: Jika harga per m2 adalah Rp 10.000 dan lebar roll adalah 4 meter, maka harga per meter lari (m’) adalah Rp 40.000.
Harga meteran sangat dipengaruhi oleh berat material (gramasi). Semakin tebal seratnya, semakin tinggi harganya. Berikut adalah estimasi rentang harga di pasar untuk pembelian eceran atau skala menengah:
*Catatan: Harga di atas adalah estimasi untuk pembelian per meter dan dapat bervariasi tergantung pada kebijakan masing-masing toko atau distributor lokal.
Mengapa harga di satu toko berbeda dengan toko lainnya? Berikut adalah beberapa variabel penentunya:
Untuk memberikan gambaran penggunaan, berikut adalah contoh kebutuhan berdasarkan harga geotextile per meter pada konstruksi:
Mengetahui harga geotextile per meter pada konstruksi adalah solusi tepat bagi Anda yang menjalankan proyek dengan skala terbatas atau spesifik. Meskipun harga satuannya sedikit lebih tinggi dibanding pembelian per roll, efisiensi dari sisi volume dan kemudahan logistik menjadikannya pilihan yang sangat masuk akal secara finansial. Dengan memahami perbedaan satuan m2 dan meter lari, Anda dapat mengelola anggaran konstruksi dengan lebih profesional.