
Dalam industri geosintetik, satuan meter persegi (m2) adalah bahasa standar yang digunakan untuk menentukan volume, spesifikasi, dan biaya. Baik Anda seorang kontraktor yang sedang menyusun penawaran tender maupun pemilik lahan yang ingin menstabilkan tanah, memahami harga geotekstil woven per m2 adalah fundamental untuk menciptakan efisiensi tanpa mengorbankan integritas struktural.
Menentukan harga tidaklah sesederhana melihat angka di katalog. Satuan m2 menyimpan detail teknis mengenai kekuatan tarik, densitas anyaman, dan daya tahan material terhadap beban konstruksi. Artikel ini akan membedah secara mendalam faktor-faktor teknis yang mendasari harga, tren pasar terkini, dan cara menghitungnya dengan presisi.
Geotekstil woven diproduksi dalam gulungan raksasa yang menutupi area yang luas. Penggunaan harga geotekstil woven per m2 memudahkan semua pihak—dari konsultan perencana hingga logistik—untuk memvisualisasikan kebutuhan material terhadap luas lahan yang sebenarnya.
Dengan satuan ini, perbandingan antar merek dan spesifikasi menjadi lebih apel-ke-apel (apple-to-apple), sehingga transparansi biaya tetap terjaga.
Harga per meter persegi sangat bervariasi tergantung pada “kelas” geotekstil tersebut. Di pasar Indonesia, klasifikasi ini biasanya dibagi berdasarkan berat (gramasi) atau kekuatan tarik (tensile strength).
Kekuatan tarik adalah faktor utama. Geotekstil woven dirancang untuk menahan tegangan lateral.
Semakin tinggi kekuatan tariknya, semakin banyak serat polimer yang digunakan per meter perseginya, yang secara otomatis meningkatkan harga geotekstil woven per m2.
Mayoritas geotekstil woven terbuat dari Polypropylene (PP). Fluktuasi harga bijih plastik dunia berimbas langsung pada harga produksi per meter perseginya. Selain itu, teknologi penenunan (weaving) yang lebih rapat akan menghasilkan material yang lebih stabil dimensinya.
Meskipun harga bersifat fluktuatif, kita dapat melihat pola rata-rata di pasar saat ini berdasarkan kategori gramasi:
Catatan: Harga ini adalah estimasi material saja (ex-work) dan belum termasuk PPN serta biaya pengiriman.
Dalam praktiknya, Anda harus memperhitungkan variabel teknis pemasangan agar tidak terjadi kekurangan material di lapangan.
Pemasangan geotekstil harus memiliki tumpang tindih (overlap) antar lembaran kain agar tidak ada celah di mana tanah dasar bisa naik ke atas. Untuk tanah sangat lunak seperti rawa, overlap bisa mencapai 50 cm – 100 cm.
Pada lahan yang tidak berbentuk kotak sempurna, akan ada banyak material yang terpotong. Disarankan menambah kuantitas 10% hingga 15% di atas luas lahan bersih.
Memahami harga geotekstil woven per m2 adalah langkah kunci dalam manajemen biaya konstruksi yang cerdas. Dengan mengetahui spesifikasi teknis, memperhitungkan faktor overlap, serta memilih suplier kredibel, Anda dapat mengoptimalkan anggaran proyek secara signifikan.