
Dalam penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek infrastruktur, ketelitian adalah kunci utama untuk menghindari kerugian. Salah satu item pekerjaan yang memerlukan perhatian khusus dalam proyek stabilisasi tanah adalah pengadaan dan pemasangan geosintetik. Memahami harga satuan geotekstil woven bukan hanya tentang melihat label harga pada faktur, melainkan membedah setiap elemen yang berkontribusi hingga material tersebut terpasang sempurna di lapangan.
Artikel ini akan mengulas secara komprehensif bagaimana harga satuan geotekstil woven dihitung, faktor teknis apa saja yang mempengaruhinya, serta strategi bagi para profesional konstruksi untuk mengoptimalkan anggaran tanpa mengorbankan standar kualitas.
Dalam kontrak kerja konstruksi, unit price atau harga satuan merupakan fondasi dari seluruh sistem pembayaran. Bagi kontraktor, kesalahan dalam menentukan harga satuan geotekstil woven dapat berujung pada margin keuntungan yang tergerus, terutama jika terjadi kenaikan harga material di tengah jalan atau adanya kesalahan perhitungan volume overlap.
Sebaliknya, bagi pemilik proyek atau pemerintah, memahami standar harga ini sangat penting untuk memastikan bahwa harga yang ditawarkan oleh pelaksana masih berada dalam batas kewajaran pasar dan memenuhi spesifikasi teknis yang dipersyaratkan.
Untuk mendapatkan angka yang akurat, seorang estimator harus memecah harga satuan geotekstil woven menjadi beberapa komponen utama. Jangan pernah mengasumsikan bahwa harga per meter persegi dari distributor adalah harga final yang dimasukkan ke dalam RAB.
Ini adalah harga murni per meter persegi dari pabrik atau distributor. Harga ini sangat bergantung pada gramasi (berat) dan kekuatan tarik (tensile strength). Geotekstil dengan kekuatan 40kN/m tentu memiliki harga dasar yang berbeda dengan tipe 80kN/m.
Material geosintetik dikemas dalam roll besar yang memakan banyak ruang (volume). Biaya pengiriman dari gudang ke lokasi proyek seringkali menjadi variabel yang cukup besar dalam harga satuan geotekstil woven, terutama untuk proyek yang berlokasi di area terpencil.
Secara teknis, pemasangan geotekstil membutuhkan tumpang tindih (overlap) antar lembaran sebesar 30 cm hingga 50 cm untuk memastikan kontinuitas perkuatan.
Sesuai regulasi perpajakan di Indonesia, setiap transaksi material konstruksi dikenakan PPN sebesar 11%. Pastikan komponen ini sudah masuk dalam analisis harga agar tidak mengganggu arus kas perusahaan.
Seringkali terjadi kebingungan mengapa harga satuan geotekstil woven untuk proyek A jauh lebih mahal daripada proyek B. Jawabannya terletak pada spesifikasi yang diminta dalam dokumen kontrak (RKS).
Sebagai gambaran praktis, jika harga dasar material adalah Rp 10.000/m2, maka perhitungan harga satuan geotekstil woven untuk masuk ke dalam RAB proyek secara kasar adalah sebagai berikut:
Optimasi Lebar Roll: Gunakan roll dengan lebar maksimal (misalnya 4 meter atau lebih) untuk mengurangi jumlah sambungan (overlap). Semakin sedikit sambungan, semakin sedikit material yang terbuang.
Menghitung harga satuan geotekstil woven membutuhkan ketelitian dalam melihat variabel di luar harga material itu sendiri. Faktor logistik, pajak, dan teknik pemasangan seperti overlap memegang peranan vital dalam menentukan angka final yang masuk ke dalam anggaran.