
Dalam penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) infrastruktur, presisi adalah segalanya. Salah satu item pekerjaan yang memerlukan ketelitian khusus adalah pekerjaan geosintetik. Memahami harga satuan geotekstil pada konstruksi bukan hanya tentang mengetahui harga beli material dari vendor, melainkan tentang membedah seluruh komponen biaya yang terlibat hingga material tersebut terpasang sempurna di lapangan. Kegagalan dalam menganalisis harga satuan dapat menyebabkan deviasi anggaran yang signifikan, terutama pada proyek skala besar seperti jalan tol, bendungan, atau reklamasi.
Bagi seorang estimator atau quantity surveyor, harga satuan adalah akumulasi dari berbagai faktor. Dalam konteks geosintetik, geotekstil berfungsi sebagai elemen kunci untuk separasi, filtrasi, dan perkuatan. Namun, banyak pihak sering kali terjebak dengan hanya mencantumkan harga beli per meter persegi tanpa memperhitungkan variabel teknis pemasangan.
Artikel ini akan membahas secara komprehensif bagaimana menentukan harga satuan geotekstil pada konstruksi yang ideal, mencakup komponen biaya material, upah kerja, hingga faktor kehilangan (waste) yang sering kali terabaikan dalam perencanaan awal.
Secara standar analisis harga satuan pekerjaan (AHSP), terdapat tiga pilar utama yang membentuk angka akhir dalam RAB:
Ini adalah biaya pembelian material geotekstil dari pabrik atau distributor. Harga ini sangat dipengaruhi oleh:
Geotekstil dikirim dalam bentuk roll besar yang berat dan memakan tempat. Biaya angkut dari gudang vendor ke lokasi proyek harus dihitung secara detail. Untuk proyek di daerah terpencil, biaya logistik bisa menambah harga satuan geotekstil pada konstruksi hingga 10-20%.
Pemasangan geotekstil membutuhkan tenaga kerja terampil untuk memastikan hamparan rata dan tidak ada bagian yang terlipat secara tidak sengaja. Komponen ini meliputi:
Satu kesalahan umum dalam menghitung harga satuan geotekstil pada konstruksi adalah mengasumsikan bahwa 1 m2 luas lahan sama dengan 1 m2 kebutuhan material. Pada kenyataannya, ada variabel yang disebut “faktor kehilangan” dan “tumpang tindih” (overlap).
Untuk memastikan fungsi separasi berjalan sempurna, antar lembaran geotekstil harus saling menumpuk. Standar umum overlap adalah 30 cm hingga 50 cm. Pada tanah yang sangat lunak (rawa), overlap bahkan bisa mencapai 1 meter. Hal ini berarti Anda perlu memesan material sekitar 10% hingga 15% lebih banyak dari luas area yang akan dikerjakan. Jika ini tidak dimasukkan ke dalam harga satuan, maka margin keuntungan kontraktor akan tergerus.
Selain komponen biaya di atas, beberapa kondisi lapangan dapat menyebabkan fluktuasi pada harga satuan geotekstil pada konstruksi:
Pemasangan di lahan datar yang luas (seperti landasan pacu bandara) tentu memiliki produktivitas tenaga kerja yang lebih tinggi dibandingkan pemasangan di lereng bukit yang curam. Semakin sulit medan, semakin tinggi komponen upah dalam harga satuan tersebut.
Metode penyambungan dengan cara tumpang tindih (overlapping) jauh lebih murah secara upah dibandingkan metode penjahitan (seaming). Namun, metode jahit lebih hemat material karena tidak memerlukan overlap yang lebar. Seorang estimator harus membandingkan mana yang lebih efisien bagi anggaran proyek secara keseluruhan.
Mendapatkan harga satuan geotekstil pada konstruksi yang kompetitif tanpa mengurangi spesifikasi dapat dilakukan dengan beberapa strategi:
Misalkan harga beli geotekstil non-woven 200gr adalah Rp 7.500/m2 (Franko proyek).
Maka, harga satuan geotekstil pada konstruksi yang harus dicantumkan dalam RAB adalah Rp 10.450/m2, bukan Rp 7.500/m2.
Menentukan harga satuan geotekstil pada konstruksi adalah tugas yang membutuhkan sinergi antara pemahaman teknis material dan realita di lapangan. Dengan membedah komponen biaya secara transparan—mulai dari harga dasar, logistik, hingga faktor waste—Anda dapat menyusun penawaran yang kompetitif sekaligus menguntungkan.
Selalu ingat bahwa geotekstil adalah investasi untuk umur panjang infrastruktur. Menggunakan analisis harga satuan yang benar akan memastikan proyek Anda berjalan sesuai jadwal, tetap berada dalam koridor anggaran, dan memenuhi standar kualitas yang diharapkan oleh pemberi tugas.
Apakah Anda memerlukan draf analisis harga satuan (AHSP) yang lebih detail sesuai dengan standar pekerjaan umum terbaru? Tim kami siap membantu menyediakan data teknis dan penawaran harga material terbaik untuk mendukung kesuksesan proyek Anda.